How I can finish Sweet & Bitter Memory Book?


Gimana saya menyelesaikan Buku Bahasa Inggris Sweet & Bitter Memory? Susah nggak? kok bisa? 
Jadi pikiran membuat buku ke-tiga dalam bentuk puisi Bahasa Inggris ini muncul, ketika saya memikirkan untuk memberikan sovenir atau merc buat teman-teman saya dari U.S. Saya ketemu teman-teman ini dan menimbulkan pikiran oh, dibikinkan buku asyik kali ya. 
Dan alhasil saya mulai mencicil untuk membuat konsep tentang buku ini, kiranya temanya tentang apa? mau berapa halaman? saya mau selesaikan kapan sampai naik ke penerbit? Alhasil saya mulai mencicil setiap hari tentang menulis puisi ini. Karena saya melihat jadwal saya tidak terlalu padat jadi saya berani membuat target bahwa dalam sehari saya akan membuat 10 puisi dalam bahasa Inggris dengan tema Sweet and Bitter Memory. Yah, saya pikir saya bisa melakukannya. Tapi kenyataan di lapangan? 

Saya nggak jago sama sekali dengan bahasa Inggris. Bahasa di buku ini pun mudah banget, jadi bagi teman-teman yang juga masih baru-baru belajar bahasa Inggris, ini buku bakal jadi buku belajar kamu yang asyik juga (haha promo) tapi serius, karena taraf english saya juga nggak seberapa bisa dibilang masih kelas elementary gitu. Dan dengan kosa kata seadannya nggak mungkin dong saya bisa menulis puisi 100 halaman? itu akhirnya membuat saya harus menengok beberapa buku puisi di luaran membacanya dan mengamati. Alhasil saya ngorder buku puisinya Alanda yang baru, saya download e-bookny Rupi Kaur dan melihat-lihat lagi artikel dalam bahasa Inggris, search di Medium, search di IG, pokonya hal-hal yang menurut saya unik, saya pikirkan untuk jadi sebuah puisi. Dan itu hasilnya. 

Mengingat masih jeleknya tatanan bahasa inggris saya dalam kepenulisan, saya pun memberanikan diri untuk mengontak teman saya dan meminta ia untuk menjadi pembaca pertama saya. Dan that was suprize me, dia mau banget jadi editor saya. Saya sangat bersyukur. Hingga saya rajin mengiriminya puisi-puisi saya padanya, dalam seminggu atau satu bulan kadang, dia mengeditor dan saya membenarkan yang dia edit. Itu kadang berjalan dengan baik dan tidak. Tidak baik karena saya sempet gitu, mengedit tulisannya terus salah, alhasil pas minta di editing yang lain ternyata salah. Saya sempet down juga, karena oh.. well ternyata saya memang harus belajar dengan baik sebelum menulis buku bahasa inggris terutama dalam hal menulis dengan benar. 



Alhasil ya, udah kita ulang dari awal penulisan puisi ini dengan benar. Saya pun meminta bantuan beberapa teman untuk membacanya ada yang dibalas dan ada yang tidak. Yah, saya hanya berpikiran mungkin mereka sangat sibuk, sementara tugas dari membaca inikan tidak mudah juga, karena mereka punya tugas mengedit sekaligus mengktiritisi. Jadi teman saya dari Amerika menjadi satu-satu editor saya pertama dalam buku ini. Dan saya dedikasikan buku ini untukknya. 

Saat buku ini akhirnya mendapatkan review dari beberapa teman kampus saya, saya mengirimkan buku ini ke penerbit. Ada beberapa seleksi penerbit sebenarnya, yang saya lakukan mengingat buku ini akan dibawa teman saya pulang ke negaranya, saya memikirkan tampilannya juga keawetannya ke depan. Sampai akhirnya saya kembali memilih penerbit Mejatamu untuk bisa jadi publisher saya tahun ini di buku ke-3 ini. Saya mulai memikirkan konsep cover dan bagaimana lay-out buku ini akan saya konsepkan. Saya yang juga menyukai gambar-gambar visual akhirnya mulai cari situs gratis di canva untuk mencari gambar-gambar gratis yang bisa pajang di buku, selain saya juga ikut huntting mencari view-view unik di Sangatta. 

So, Apa uniknya buku ini?  
Saya tidak merasakan hal lain, saat buku ini selesai tepat waktu (sebelum teman saya kembali ke U.S) selain senang sekali. Karena motivasi saya merampungkannya adalah dia pulang dengan buku ini. Dan itu terjadi. Selebihnya saya sedang berusaha menawarkannya ke masyarakat luas tentang karya kami ini. Buku ini sebenarnya sangat personal, terlebih saat saya membicara tentang manis dan pahitnya sebuah memory, sebagiannya seperti memanggil hantu-hantu masa lalu yang mungkin sudah tenang di tempatnya. Saya harus menarik lagi file-file usang yang berbicara tentang manis dan pahit, namun hanya memory, bukan hal yang sedang terjadi saat ini. Saya tidak bisa menyentuhnya namun saat memanggilnya kembali, itu seperti 'hai jalangkung maaf aku memanggilmu lagi, dan sekarang aku menangis" haha. Seperti itu rasanya. Kenangan manis yang ingin dilalui berulang-ulang dengan orang yang sama? atau saya pikir tidak. Itu benar-benar menguras logika dan perasaan. 

Anda akan dibawa di part-part dalam puisi yang membuat anda ikut memikirkan sejenak arti sebuah kenangan manis? cinta? rindu? patah? tentang langit-langit di peta dunia. Tentang manisnya pengalaman jatuh cinta ataupun heartbreak pada kali pertama? Saya hanya mengingatkan anda dengan buku ini, apa yang anda lalui dalam membangun cinta, dalam jatuh dan patah, anda tidak pernah melaluinya sendirian saja. 7 milyar orang lebih didunia akan menyosong, merasakan dan mengalaminya. BAGI anda yang tidak ingin menjadi pedih karena cinta, akan belajar dari buku ini bagai membangun tembok untuk menyelamatkan hati sendiri? bagi anda yang sudah melaluinya anda akan ikut tersenyum bersama saya ketika membacanya. Bagi yang sedang mengalaminya, Ingat anda tidak pernah sendirian, puisi-puisi ini adalah bukti dengan pengalaman terpahit apapun ketika anda bertekad menang, anda akan memenangkan semua hal, termasuk dari masalah patah hati. 



Pengalaman-pengalaman manis dan pahit tentang cinta ini, menjadi berharga dan tidak setiap orang yang mengalaminya berhak memutuskannya sendiri. Saya memutuskannya untuk menulisnya, agar saya bisa mengingatnya lebih lama, meski saya ini termasuk lambat belajar. Lambat memahami pelajaran dari hal-hal yang pahit. Kadang saya masih mau mengulang-ngulang hal yang sama dengan manusia yang berbeda. Saya berpikir, bukan orang yang salah sebenarnya, tapi bagiamana saya sebenarnya dalam keseharian 'memanggil' mereka. Saya tidak mungkin akan mencintai seseorang karena di paksa? atau merindukan seseorang karena di paksa? saya saat itu melakukan dengan rela dan sadar, tetapi perasaan kecewa itu membutakannya sama dengan saat jatuh cinta, sehingga tidak ingat kalau semua hal terjadi karena saya yang turut andil didalamnya. 

Jika anda merasakan emosi yang sama, vibrasi yang sama dengan puisi-puisi yang saya tulis didalamnya, anda bisa membelinya dengan memesan di WA 
Nama_Alamat_Jumlah Pesanan _ kirim (0897 8666 820)

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada teman baik saya Darby Jones, yang telah menjadi editor. berkatnya, saya semakin dekat dengannya. Saya bisa belajar banyak hal. Saya sangat berterimakasih.

Komentar