Pekan lalu aku namatin bukunya Sherlock Holmes yang judulnya 'The Memoriam Of Sherlock Holmes" dan aku suka. Banyak ilmu yang bisa di ambil dari sana. Beberapa yang aku dapat yakni tentang bagaimana menjadi orang yang lebih peka dan teliti. Sherlock, adalah pria yang punya kelebihan bukan dari sekedar cerdik tapi juga empati di atas normal manusia. Empati ini tentu saja tidak sama dengan kebayakan, karena kalau menurut Dr. Watson, Sherlock itu teman yang egois, dan terlihat sangat tidak pedulian. Padalah dia lebih peduli dari kebayakan orang, karenanya dia bisa membuat detail dari setiap kasus ataupun masalah sepele yang bisa di nilainya. Seperti saja, ketika dia mengunjungi Dr.Watson ke rumahnya, setelah mengurung diri selama dua minggu karena stress tidak ada kasus yang dapat di selesaikan. Dia menilai Dr.Watson dari pengamatan yang tampak sepintas namun dalam. Dia tahu, pasien temannya itu banyak akhir-akhir ini. Itu karena dia melihat halaman rumah Dr. Watson lebih rendah 7 cm dari halaman rumah tentangganya. Lalu, dia menebak bahwa dokter itu juga baru sakit flu, dia tahu bahwa sandal rumahnya baru. Lalu, hal-hal detail lain yang membuatku terpesona.
John Green pernah bilang bahwa ilmuwan sebenarnya bukanlah penemu, dia hanya mengamati sesuatu yang ditemukan, untuk menilai lebih detail. Mungkin Sherlock bisa jadi ilmuwan handal jika dia tidak memilih karir sebagai detektif. Dan hal lain yang aku dapatkan darinya adalah dia tidak pernah takut mati untuk perkejaan yang nyawanya sering hampir melayang atau di gadai demi suatu perkara. Sherlock bahkan tak gentar ketika menghadapi Dr.Moriarity. Seorang penjahat yang 'maha cerdas' yang membuat Dr.Watson menulis buku itu dengan judul memoriam, karena Sherlock terbunuh dalam penanganan kasus ini. Passion is life.. and if you dead couse it, are you not happy?
Selain itu aku juga mendapatkan ilmu tentang kasih sayang. Dr.Watson yang sangat menyayangi dan mengagumi Sherlock tanpa pernah melupakan bahwa temannya yang jenius dan terkenal itu juga manusia biasa. Punya khilaf dan kekurangan. Dia tahu temannya kadang menyebalkan, jorok dan yang lainnya tetapi dia menerimanya. Sherlock pun menyayangi Watson dengan cara yang berbeda. Dia, tanpa Watson bisa seperti dokter tanpa stetoscopnya. Kemana pun dia hendak pergi dia akan memberi tahu Watson atau mungkin mengisahkan pertualangannya, hanya pada Watson. Segenap misi rahasia hanya di ungkapkan pada Watson. Lantas surat perpisahan yang di tulisnya itu.. benar-benar membuatku 'cengeng'. Sangat menyentuh, sangat berkasih sayang.
Lalu tentu saja, ilmu-ilmu berikutnya adalah pengetahuan dasar dari setiap definisi kasus yang dapat aku gali lagi setelah membacanya. Hampir semua kejadiannya di Inggris. Dia menyebut-nyebut Birmingan, dan setiap kasus banyak terjadi disana, jadi ku pikir aku akan bertanya pada google suatu hari dan mencari tahu alasan setiap kasus dari buku itu terjadi disana? mungkinkan Sir Athur tinggal disana selama menulis kisah itu.
Komentar
Posting Komentar